BAIS

Tips Belajar di IOU (International Open University)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

International Open University atau yang sering disingkat IOU adalah universitas terbuka online yang menerima mahasiswa dari semua negara. Awalnya, IOU khusus mengkaji ilmu-ilmu Islam, sehingga kepanjangan awal IOU adalah Islamic Online University.

Namun, seiring berjalannya waktu, program studi yang ditawarkan semakin banyak dan bervariasi. Tidak hanya mengkhususkan pada bidang studi Islam, IOU sekarang menawarkan program studi lain seperti Psychology, Business Administration, Information Technology, Islamic Economics, Education, hingga program baru yaitu Agricultural Economics.

Karena alasan ini, IOU berganti kepanjangan menjadi International Open University agar lebih sesuai dengan kondisi sekarang. Walaupun demikian, semua program studi yang ditawarkan di IOU, tetap memiliki sentuhan nilai Islam. Pada semua program studi, terdapat mata kuliah dasar Islam, seperti aqidah atau fiqih dasar.

Alhamdulillah, sekitar tahun 2017, IOU membuka Program BAIS (Bachelor of Arts in Islamic Studies) dengan pengantar Bahasa Indonesia.

Tips Belajar di IOU

Setelah menjalani masa kuliah di IOU Program BAIS selama lebih kurang dua tahun, saya ingin sedikit share pengalaman belajar disini. Semoga hal ini bermanfaat buat teman-teman yang ingin memulai kuliah disini, atau sedang belajar di IOU.

Baca artikel saya: Awal Kuliah di Islamic Online University Program BAIS.

Jadi, IOU memiliki 5 konsep pembelajaran.

  1. Rekaman video berikut transkripnya.
  2. Buku pegangan.
  3. Tugas/latihan modul, UTS dan UAS.
  4. Tugas makalah.
  5. Live session.

Nah, insya Allah tips belajar di IOU khususnya Program BAIS Bahasa akan saya bahas satu persatu.

Berapa Mata Kuliah yang Perlu Saya Ambil Persemester?

Tips pertama adalah menentukan berapa banyak mata kuliah yang akan kita ambil persemester. Dalam hal ini, sangat penting untuk melihat berapa banyak waktu yang bisa kita sediakan dalam sehari untuk belajar.

  • 1-2 jam: ambil 3 mata kuliah.
  • 3-4 jam: ambil 6 mata kuliah.
  • 5-6 jam: ambil 9 mata kuliah.

Estimasi ini saya dapat dengan pertimbangan sbb:

  • Pada satu mata kuliah, rata-rata terdapat 30 modul.
  • Jumlah 30 modul tersebut terbagi dua: 15 modul sebelum UTS dan 15 modul setelah UTS sampai UAS.
  • Dalam satu modul, terdapat video materi dengan durasi sekitar 45 menit – 1 jam.
  • Atau transkrip materi antara 9-12 halaman.

Video atau transkrip materi ini menurut saya bisa dipilih salah satu. Jadi, jika kita sudah menonton video, maka bisa meninggalkan membaca transkrip materi. Sebaliknya, jika sudah membaca transkrip materi, maka bisa men-skip menonton video. Walau yang lebih utama adalah menjalani keduanya, atau menonton video sambil memegang transkrip materi. Kemudian memberi highlight pada bagian yang penting.

Setelah mempelajari video atau transkrip materi, selanjutnya kita perlu mengerjakan latihan modul dengan batas waktu maksimal 10 menit (terdapat 5 soal pilihan ganda). Sehingga, total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu modul (materi dan latihan) adalah sekitar 1 jam 10 menit.

Jika kita bisa menyediakan waktu antara 1-2 jam dalam sehari untuk belajar, maka cukup mengambil 3 mata kuliah dalam satu semester. Praktiknya dalam sehari, kita cukup menyelesaikan satu modul saja. Dengan cara ini, separuh modul di satu mata kuliah akan selesai dalam waktu 15 hari (yaitu keseluruhan 15 modul sebelum UTS). Dan dalam waktu satu setengah bulan semua modul (sebelum UTS) dari 3 mata kuliah akan selesai.

Jika kita bisa menyediakan waktu 3-4 jam untuk belajar, maka kita bisa mengambil 6 mata kuliah. Targetnya 2 modul selesai setiap hari. Perhitungannya sama seperti jika kita mengambil 3 mata kuliah di atas.

Jika kita bisa menyediakan waktu 5-6 jam untuk belajar, maka kita bisa mengambil 9 mata kuliah. Dengan target 3 modul selesai dalam sehari.

Ambil 3 mata kuliah, selesaikan 1 modul setiap hari.
Ambil 6 mata kuliah, selesaikan 2 modul setiap hari.
Ambil 9 mata kuliah, selesaikan 3 modul setiap hari.

Tips Mengerjakan Tugas Makalah

Kalau kita cermati konsep di atas, ada alokasi waktu yang masih tersisa. Misalnya jika kita mengambil 3 mata kuliah dengan space waktu belajar 1-2 jam. Untuk mengerjakan satu modul hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Lantas untuk apa sisa waktu lainnya?

Sisa waktu lainnya perlu kita gunakan untuk memperluas wawasan kita dengan membaca materi diluar modul. Hal ini akan sangat kita perlukan untuk menyelesaikan tugas makalah. Atau sederhananya, kelebihan waktunya kita gunakan untuk menyelesaikan tugas makalah.

Tugas makalah di IOU umumnya di posting di bulan pertama kuliah. Dan dikumpulkan pasca UTS. Sehingga mahasiswa memiliki waktu sekitar 60-70 hari untuk menyelesaikannya.

Jika kita mengerjakan tugas makalah tersebut setiap hari selama kurang lebih satu jam, insya Alloh dalam waktu 2-3 minggu tugas itu akan selesai.

Dalam mengerjakan tugas makalah, prioritaskan tugas yang mudah terlebih dahulu. Mudah disini yaitu yang kita memiliki informasi dasar tentangnya. Sehingga diharapkan kita bisa menyelesaikannya dengan lebih cepat agar alokasi waktunya bisa kita sediakan untuk tugas lain yang lebih sulit.

Jika telah selesai dikerjakan, segera upload agar “beban” pikiran kita berkurang. Dan kita bisa bersyukur dan merasa termotivasi atas satu pencapaian.

Tips Mengikuti Live Session

Kuliah live session diadakan setiap dua pekan sekali, per mata kuliah. Setiap sesi membahas beberapa modul sekaligus. Pastikan jadwal live session masing-masing mata kuliah. Jadwal ini tersedia di Dashboard mahasiswa. Insya Alloh di update setiap pekan.

Sebelum mengikuti live session, pastikan kita dalam kondisi siap seperti layaknya penuntut ilmu. Berpakaian rapi dan bersih, duduk dengan tertib, selayaknya mendatangi majelis ilmu langsung.

Pastikan jaringan internet lancar, headphone dalam kondisi siap pakai. Siapkan modul atau buku pegangan, aplikasi pencatat seperti Notepad++, Ms. Word, atau aplikasi lain yang biasa antum/antunna gunakan.

Catat materi yang diberikan di aplikasi. Bertanya jika ada yang kurang jelas.

Tips Mengikuti UTS dan UAS

Soal-soal yang diujikan pada UTS dan UAS kebanyakan adalah soal pada latihan modul. Jadi, pastikan antum sudah mereview kembali latihan setiap modul. Jika terdapat jawaban yang salah ketika mengerjakan latihan modul, cari jawaban yang benar di buku panduan. Karena bisa jadi soal tersebut keluar di UTS atau UAS.

Tips Mengulang Mata Kuliah

IOU mensyaratkan nilai minimal kelulusan setiap mata kuliah adalah 60. Jika nilai di bawah 60, maka mata kuliah tersebut harus diulang. Nilai 60 adalah gabungan dari nilai: Latihan Modul (15%), Tugas Esai (10%), UTS (30%), UAS (40%), dan Kehadiran dan Aktifitas (5%).

Jika Qadarullah ada mata kuliah yang perlu diulang, tetaplah fokus pada jumlah mata kuliah yang sanggup antum ambil dalam satu semester. Misalnya, dalam satu semester antum mengambil enam mata kuliah. Ketika mengulang mata kuliah, maka tetaplah ambil enam mata kuliah. Yaitu lima mata kuliah baru dan satu mata kuliah yang diulang.

Ana menyarankan agar tidak mengurangi jumlah mata kuliah, misalnya hanya mengambil lima. Sebaliknya, tidak juga menambah menjadi tujuh.

Karena jika jumlah mata kuliah yang diambil kurang dari kesanggupan kita, kecenderungannya akan terkesan menggampangkan, “Ah, cuma dikit, ntar-ntar belajarnya juga bisa,” sehingga akhirnya malah gak maksimal.

Sedangkan kalau kebanyakan karena berpikir, “Ah, ini kan cuma ngulang. Tinggal baca-baca dikit aja, ntar juga paham. Mending ngambil agak banyakan aja biar cepet selesai,” pada kenyataannya, mengulang mata kuliah hampir sama seperti belajar dari awal. Dan soal-soal pada modul latihan, kebanyakan akan diganti setiap pergantian semester. Sehingga kita tetap perlu belajar serius pada mata kuliah yang diulang.

Jadi, kalau memang mengulang mata kuliah, tetaplah fokus dengan jumlah mata kuliah yang sanggup antum jalani sesuai komitmen awal. Jangan ditambah dan jangan dikurangi!

Nah, sementara itu tips dari ana tentang belajar di International Open University. Semoga ada manfaatnya. Kalau ada tips atau sudut pandang lain dari rekan-rekan semua, jangan ragu menuliskannya di kolom komentar. Semoga Allah menjaga niat kita dalam menuntut ilmu, dan memudahkan dalam mengamalkannya. Barokallahu fiikum.

Ayah dari dua orang anak, Muhammad Ammar dan Muhammad Amru (AmmarAmru.com). Semoga Allah jadikan keduanya menjadi anak yang shalih. Belajar ilmu syar'i kepada asatidz di wilayah Indramayu, dan kuliah online di Islamic Online University.

3 Comments

  1. Pingback: Awal Kuliah di Islamic Online University Program BAIS – Menuntut Ilmu

  2. Ummu Shafiyyah Reply

    Bismillah, afwan izin bertanya saat membuat tugas seperti essai, makalah dan lain sebagainya bahasa apa yang digunakan. Apakah harus berbahasa Arab atau Inggris.

    Jazaakallahu khayran wabarakallahufiik

    • Afwan baru online lagi Umm. Untuk tugas memakai bahasa Indonesia, kecuali mata kuliah bahasa Arab, terkadang full menggunakan bahasa Arab (tapi masih bahasa Arab dasar, membuat kalimat sederhana), terkadang kalau berupa makalah, maka dalam bahasa Indonesia juga. Khusus bahasa Inggris, pengalaman ana tugasnya full bahasa Inggris. Wa Jazakillahu khairan, wa fiik Barokallahu…

Write A Comment